Pengusaha Wanita Arab Saudi Unjuk Eksistensi
Deskripsi blog


Saudi Vision 2030 yang dicanangkan pemerintah Arab Saudi tidak hanya menyasar sektor haji dan umrah dengan diluncurkannya layanan digitalisasi haji dan umrah, maupun di sektor pariwisata dengan melakukan restorisasi objek-objek wisata baik yang bersifat heritage maupun pembangunan tempat-tempat wisata modern seperti Jeddah Tower yang akan menjadi gedung tertinggi di dunia. Program Saudi Vision 2030 juga menjadi ruh kebangkitan kreatifitas dan produktifitas perempuan Arab Saudi yang selama beberapa tahun ke belakang terkesan mengalami keterbatasan di dalam beraktifitas akibat aturan negara tersebut.
Baru-baru ini, sebuah fakta yang dirilis oleh surat kabar Saudi Gazette menyebutkan bahwa pada kuartal ketiga tahun 2025 jumlah pelaku usaha yang mendaftarkan usahanya pada Kementerian Perdagangan mencapai 128.000 pengusaha dan sebanyak 49 persen adalah pelaku usaha dari kalangan perempuan.
Dengan penambahan jumlah ini maka total pelaku usaha yang telah mendaftarkan usahanya di Kementerian Perdagangan Arab Saudi mencapai 1.7 juta pengusaha, di mana 48 persen dari jumlah ini adalah kaum perempuan, dan 51 persen dari kalangan millenial berdasarkan laporan yang dirilis oleh jurnal bisnis Kementerian Perdagangan Arab Saudi. Provinsi Riyadh menempati urutan teratas dengan 50.000 pengusaha, Mekah 19.400 pengusaha, Qassim 8.300 pengusaha, dan provinsi Asirlebih dari 5.000 pengusaha.
Jenis usaha yang paling banyak diminati oleh pengusaha baru Arab Saudi adalah sektor konstruksi dengan jumlah pendaftar lebih dari 67.000 pengusaha. Jumlah ini mengisi 39 persen dari total jenis usaha yang didaftarkan. Menyusul sektor perdagangan retail dengan lebih dari 25.000 pendaftaran disusul sektor industri manufaktur dengan 22.000 pendaftaran, sektor akomodasi dan restauran 12.700 pendaftaran dan sektor transportasi dan pergudangan sekitar 12.250 pendaftaran usaha.
Laporan Kementerian Perdagangan Arab Saudi menyebut bahwa pertumbuhan di sektor usaha tahun ini mencapai 158 persen jika dibandingkan pertumbuhan di tahun 2020. Dengan demikian, maka nampaknya sektor usaha di Arab Saudi cukup menjanjikan untuk menjadi sumber mata pencaharian penduduknya sehingga mereka tidak lagi menggantungkan pendapatan negara dari sektor minyak saja.
